WASHINGTON,– Tokoh-tokoh Muslim terkemuka Amerika telah menyampaikan rasa belasungkawa atas kematian Tayyibah Taylor, pendiri dan pimpinan redaksi Azizah Magazine. Muslim Amerika menganggap Taylor adalah seorang Muslim yang bisa menjadi “panutan”  masyarakat Amerika selama bertahun-tahun.
“Kita adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kita akan kembali,” Ibrahim Hooper, Direktur Komunikasi Nasional dari Dewan Hubungan Islam di Amerika (CAIR), mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diperoleh oleh OnIslam.net.
“Saudari Tayyibah adalah seorang pemimpin yang tak kenal lelah dan suara bagi perempuan Muslim Amerika dan seluruh masyarakat.”
Taylor, pimpinan redaksi dari Azizah Magazine, salah satu jurnal wanita terpopuler, dan salah satu tokoh Islam yang  terkenal di Amerika, meninggal Jumat 5 September  lalu. Dia meninggalkan lima anak dan beberapa cucu.
Lahir di pulau Trinidad di Karibia, Taylor dibesarkan di Toronto, Kanada dan mempelajari ilmu biologi dan filsafat di University of Toronto. Dia dinobatkan sebagai salah satu dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia oleh lembaga pemikiran Timur Tengah, The Royal Islamic Strategic Studies.
Pada 2013, CAIR memberikan penghargaan kepada Taylor dengan status “Excellence in Media Award”.
“Saudari Tayyibah  bekerja sebagai model peran dan mentor untuk wanita Muslim yang tak terhitung jumlahnya. Dia mengilhami kita dengan kepemimpinannya dan komitmen untuk keikutsertaan dalam komunitas kita,” kata Ketua Dewan CAIR, Roula Allouch.
Penghormatan
Belasungkawa  juga diutarakan oleh Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) atas meninggalnya tokoh muslimah Amerika ini.
“Saudari Tayyibah adalah seorang pemimpin komunitas yang tulus dan dihormati, yang bekerja dengan baik,  Ia memberikan contoh inspirasi dan pemberdayaan bagi perempuan Muslim di seluruh Amerika Utara,” kata  Presiden ISNA Azhar Aziz dalam sebuah pernyataan yang diperoleh OnIslam.net.
Tayyibah Taylor adalah anggota komite pendiri dari masjid-masjid yang dibangun oleh jaringan ISNA, di mana dia berperan penting dalam mendorong  pusat-pusat Islam agar bersahabat dengan perempuan dan memperbanyak kegiatan bagi wanita di masjid-masjid.

Sumber : muslimdaily.net


0 comments:

Post a Comment