Assalamu'alaikum,,

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Q.s Ar Ra'd : 31

وَلَوْ أَنَّ قُرْآنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتَىٰ ۗ بَلْ لِلَّهِ الْأَمْرُ جَمِيعًا ۗ أَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا ۗ وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُمْ بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِنْ دَارِهِمْ حَتَّىٰ يَأْتِيَ وَعْدُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

"[1]Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah[2], atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quran itulah dia)[3]. Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah[4].[5]Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya[6]. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri[7] atau bencana[8] itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah[9]. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji[10]."

Tafsir :


[1] Dalam ayat ini, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan kelebihan Al Qur’an di atas kitab-kitab lainnya yang diturunkan.


Disebutkan dalam tafsir Al Jalaalain, bahwa ayat ini turun ketika orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “Jika engkau memang seorang nabi, maka singkirkanlah dari kami gunung-gunung Mekah, dan jadikanlah untuk kami di sana sungai-sungai dan mata air agar kami menanam dan menggarapnya, serta bangkitkanlah nenek-moyang kami yang sudah meninggal agar berbicara dengan kami bahwa engkau adalah seorang nabi.” Namun kami belum mengetahui kesahihan riwayat ini, wallahu a’lam.


[2] Menjadi kebun-kebun dan sungai-sungai.


[3] Ayat ini dapat juga diartikan, “Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan membacanya gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, maka itulah Al Qur’an (namun mereka tetap tidak juga akan beriman).”


[4] Bukan milik selain-Nya. Oleh karena itu, jika apa yang mereka usulkan itu didatangkan, maka tidak ada yang beriman selain orang yang Dia kehendaki untuk beriman.


[5] Disebutkan dalam tafsir Al Jalaalain, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan keinginan para sahabat agar ditunjukkan mukjizat yang diusulkan orang-orang musyrik karena keinginan dari mereka agar orang-orang musyrik itu beriman.


[6] Tanpa perlu mendatangkan mukjizat. Tetapi Dia tidak menghendaki, Dia memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki.


[7] Seperti dibunuh, ditawan, diperangi atau ditimpa kemarau panjang.


[8] Yang ditimpakan pasukan engkau wahai Muhammad.


[9] Ada yang menafsirkan dengan penaklukkan Mekah. Ada pula yang menafsirkan dengan ancaman Allah untuk diturunkan azab yang tidak mungkin ditolak.


[10] Ini merupakan ancaman untuk mereka (orang-orang kafir) dan untuk menakut-nakuti mereka terhadap turunnya azab yang diancamkan itu karena kekafiran, pembangkangan dan kezaliman mereka.

0 comments:

Post a Comment