4. Menghindari perdepatan dan berakhlak mulia
    “Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengh surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurau, dan aku juga menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik.” (HR. Abu Dawud)

5. Membangun masjid, menjaga shalat rawatib dan merapatkan shaf
    “Barang siapa membangun masjid dengan mencari keridhaan Allah, niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    “Barang siapa menjaga dua belas rakaat shalat sunnah maka akan sibangunkan baginya rumah di surga; empat rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelah dzuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya dan dua rakaat sebelum fajar.” (HR. Ibnu Majah).
    “Barang siapa yang menutup barisan shalat yang lowong, Allah akan mengangkat derajatnya dan membangunkan rumah baginya di surga.” (HR. Thabrani dalam Ausath)

6. Dzikir dan Shalat setelah wudhu
    “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya kemudian dia bersaksi bahwa tidak ada tuha yang berhak di sembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya melainkan pintu surga yang delapan akan di bukakan untuknya.” (HR. Muslim)
    “Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mendirikan shalat dua rakaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya, kecuali surga wajib diberikan kepadanya.” (HR. Muslim)

7. Membaca Surat Al-Ikhlas 10 kali
    “Barang siapa membaca Qul huwallahu ahad sampai sepuluh kali, Allah membangunkan istana di surga baginya.”
Umar bin Khattab berkata, ‘kalau begitu saya akan memperbanya Wahai Rasulullah!’ Rasulullah bersabda, “Istana Allah lebih banyak dan lebih bagus.” (HR. Ahmad)

8. Wanita yang shalihah
    “Apabila seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa wajib, menjaga kehormatannya dan taat kepada suaminya, niscaya ia masuk surga dari pintu mana yang ia suka.” (HR. Ibnu Hibban). 

0 comments:

Post a Comment